Selasa, 07 Mei 2013

Cara Budidaya Tanaman Tembakau

,
Cara Budidaya Tanaman Tembakau. Tembakau merupakan salah satu komoditi ekspor Indonesia. Pada masa jayanya tembakau banyak di budidayakan oleh masyarakat tetapi saat ini seiring dengan banyaknya pabrik rokok maka produk ini lebih banyak di pasarkan di dalam negeri. Budidaya tanaman tembakau oleh petani sering menghadapi masalah terutama karena serangan penyakit layu yang hingga saat ini masih belum ada cara untuk mengendalikannya.

Bagian tanaman tembakau yang memiliki nilai ekonomi adalah daun, karena daun ini dapat dijual sebagai bahan rokok dan ada beberapa daerah yang mengkonsumsi dengan daun sirih.

Klasifikasi Tanaman Tembakau
Berikut adalah klasifikasi tanaman tembakau :
 Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Asteridae
                         Ordo: Solanales
                             Famili: Solanaceae (suku terung-terungan)
                                 Genus: Nicotiana
                                     Spesies: Nicotiana tabacum L.


Syarat Tumbuh Tanaman tembakau
Tanaman tembakau tumbuh baik pada ketinggian antara 200-3.000 m diatas permukaan laut dan membutuhkan curah hujan rata-rata 2000 mm/tahun dengan suhu udara antara 21-32 derajat C. Keasaman tanah yang baik untuk tanaman ini adalah pH antara 5-6.

Tanaman tembakau akan tumbuh subur pada tanah gembur, remah, mudah mengikat air, memiliki tata air dan udara yang baik.

Cara Pembibitan Tanaman Tembakau
- Jumlah benih + 8-10 gram/ha, tergantung jarak tanam.
- Biji utuh, tidak terserang penyakit dan tidak keriput
- Media semai = campuran tanah (50%) + pupuk kandang matang. Dosis pupuk untuk setiap meter persegi media semai adalah 70 gram DS dan 35 gram ZA dan isikan pada polybag
- Bedeng persemaian diberi naungan berupa daun-daunan, tinggi atap 1 m sisi Timur dan 60 cm sisi Barat.
- Kecambahkan pada baki/tampah yang diberi alas kertas merang atau kain yang dibasahi hingga agak lembab. Tiga hari kemudian benih sudah menampakkan akarnya yang ditandai dengan bintik putih. Pada stadium ini benih baru dapat disemaikan.
- Siram media semai sampai agak basah/lembab, masukan benih pada lubang sedalam 0,5 cm dan tutup tanah tipis-tipis.
- Bibit sudah dapat dipindahtanamkan ke kebun apabila berumur 35-55 hari setelah semai.

Cara Pengolahan Media Tanam Tembakau
- Lahan dibersihkan dari sisa tanaman dan gulma
- Lahan diberi pupuk kandang dengan dosis 10-20 ton/ha lalu dibajak dan dibiarkan + 1 minggu
- Buat bedengan lebar 40 cm dan tinggi 40 cm. Jarak antar bedeng 90-100 cm dengan arah membujur antara timur dan barat.
- Lakukan pengapuran jika tanah masam
- Apabila diinginkan daun yang tipis dan halus maka jarak tanam harus rapat, sekitar 90 x 70 cm. Tembakau Madura ditanam dengan jarak 60 x 50 cm yang penanamannya dilakukan dalam dua baris tanaman setiap gulud. Jenis tembakau rakyat/rajangan umumnya ditanam dengan jarak tanam 90 x 90 cm dan penanamannya dilakukan satu baris tanaman setiap gulud, dan jarak antar gulud 90 cm atau 120 x 50 cm.

Cara Penanaman Tembakau
- Tugal tanah dengan kedalaman 5-10 cm dengan alat tugal yang terbuat dari kayu
- Benamkan bibit sedalam leher akar
- Padatkan tanah disekitar bibit dengan cara menekan dengan jari dan hati-hati batang tembakau patah sebeb sangat lumak.
- Waktu tanam yang baik pada pagi hari atau sore hari.

Pemeliharaan Tanaman Tembakau
- Penyulaman dilakukan 1- 3 minggu setelah tanam, bibit kurang baik dicabut dan diganti dengan bibit baru yang berumur sama.
- Penyiangan dapat dilakukan bersamaan dengan pembumbunan yaitu setiap 3 minggu sekali.
- Pemupukan Tanaman Tembakau
a. Saat Tanam
    - SP - 36  sebanyak 300 kg/ha
b. Umur 7 HST
    - Urea/ZA sebanyak 300 kg/ha
    - KCl sebanyak 150 kg/ha
c. Umur 28 HST
    - Urea/ZA sebanyak 300 kg/ha
    - KCl sebanyak 150 kg/ha
Ket : HST = hari setelah tanam

- Pengairan diberikan 7 HST = 1-2 lt air/tanaman, umur 7-25 HST = 3-4 lt/tanaman, umur 25-30 HST = 4 lt/tanaman. Pada umur 45 HST = 5 lt/tanaman setiap 3 hari. Pada umur 65 HST penyiraman dihentikan, kecuali bila cuaca sangat kering.
- Pangkas tunas ketiak daun dan bunga dilakukan setiap 3 hari sekali sedangkan pangkas pucuk tanaman saat bunga mekar dengan 3-4 lembar daun di bawah bunga

Pengendalian Hama dan Penyakit Tanaman Tembakau
Hama Tanaman tembakau

a. Ulat Grayak ( Spodoptera litura )
Gejala : berupa lubang-lubang tidak beraturan dan berwarna putih pada luka bekas gigitan.
Pengendalian: Pangkas dan bakar sarang telur dan ulat, penggenangan sesaat pada pagi/sore hari

b. Ulat Tanah ( Agrotis ypsilon )
Gejala : daun terserang berlubang-lubang terutama daun muda sehingga tangkai daun rebah.
Pengendalian: pangkas daun sarang telur/ulat, penggenangan sesaat,.

c. Ulat penggerek pucuk ( Heliothis sp. )
Gejala: daun pucuk tanaman terserang berlubang-lubang dan habis.
Pengendalian: kumpulkan dan musnah telur / ulat, sanitasi kebun.

d. Nematoda ( Meloydogyne sp. )
Gejala : bagian akar tanaman tampak bisul-bisul bulat, tanaman kerdil, layu, daun berguguran dan akhirnya mati.
Pengendalian: sanitasi kebun

e. Kutu - kutuan ( Aphis Sp, Thrips sp, Bemisia sp.) pembawa penyakit yang disebabkan virus.
Pengendalian: predator Koksinelid, Natural BVR.

f. Hama lainnya Gangsir (Gryllus mitratus ), jangkrik (Brachytrypes portentosus), orong-orong (Gryllotalpa africana), semut geni (Solenopsis geminata), belalang banci (Engytarus tenuis).

Penyakit Tanaman Tembakau
a. Hangus batang ( damping off )
Penyebab : jamur Rhizoctonia solani.
Gejala : batang tanaman yang terinfeksi akan mengering dan berwarna coklat sampai hitam seperti terbakar.
Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar.

b. Lanas Penyebab : Phytophora parasitica var. nicotinae.
Gejala: timbul bercak-bercak pada daun berwarna kelabu yang akan meluas, pada batang, terserang akan lemas dan menggantung lalu layu dan mati.
Pengendalian : cabut tanaman yang terserang dan bakar

c. Patik daun Penyebab : jamur Cercospora nicotianae.
Gejala: di atas daun terdapat bercak bulat putih hingga coklat, bagian daun yang terserang menjadi rapuh dan mudah robek.
Pengendalian : desinfeksi bibit, renggangkan jarak tanam, olah tanah intensif, gunakan air bersih, bongkar dan bakar tanaman terserang.

d. Bercak coklat Penyebab : jamur Alternaria longipes.
Gejala: timbul bercak-bercak coklat, selain tanaman dewasa penyakit ini juga menyerang tanaman di persemaian. Jamur juga menyerang batang dan biji.
Pengendalian: mencabut dan membakar tanaman yang terserang.

e. Busuk daun Penyebab : bakteri Sclerotium rolfsii. Gejala: mirip dengan lanas namun daun membusuk, akarnya bila diteliti diselubungi oleh massa cendawan. Pengendalian: cabut dan bakar tanaman terserang, semprot Natural GLIO.

f. Penyakit Virus Penyebab : virus mozaik (Tobacco Virus Mozaic, (TVM), Kerupuk (Krul), Pseudomozaik, Marmer, Mozaik ketimu (Cucumber Mozaic Virus). Gejala: pertumbuhan tanaman menjadi lambat. Pengendalian: menjaga sanitasi kebun, tanaman yang terinfeksi di cabut dan dibakar.

Panen Tanaman Tembakau
Bagian tanaman yang di panen adalah daun dan memiliki ciri-ciri daun berubah warna dari hijau mejadi hijau kekuning-kuningan.Untuk golongan tembakau cerutu maka pemungutan daun yang baik pada tingkat tepat masak/hampir masak hal tersebut di tandai dengan warna keabu-abuan. Sedangkan untuk golongan sigaret pada tingkat kemasakan tepat masak/masak sekali, apabila pasar menginginkan krosok yang halus maka pemetikan dilakukan tepat masak. Sedangkan bila menginginkan krosok yang kasar pemetikan diperpanjang 5-10 hari dari tingkat kemasakan tepat masak.

Cara pemanenan dau tembakau adalah daun dipetik mulai dari daun terbawah ke atas. Waktu yang baik untuk pemetikan adalah pada sore/pagi hari pada saat hari cerah. Pemetikan dapat dilakukan berselang 3 - 5 hari, dengan jumlah daun satu kali petik antara 2-4 helai tiap tanaman. Untuk setiap tanaman dapat dilakukan pemetikan sebanyak 5 kali.

Pemisahan jenis daun tembakau berdasarkan kualitas warna daun adalah :
a) Trash (apkiran) : warna daun hitam
b) Slick (licin/mulus) : warna daun kuning muda
c) Less slick (kurang liciin) : warna daun kuning (seperti warna buah jeruk lemon)
d) More grany side ( sedikit kasar ) : warna daun antara kuning-oranye.

Demikian informasi tentang cara budidaya tanaman tembakau semoga dapat bermanfaat dan jangan lupa untuk membaca cara budidaya tanaman yang lainnya.
Jika Anda Suka Dengan Artikel di Atas Silahkan Dibagikan Melalui Widget Dibawah Ini

Artikel Terkait pendidikan , pertanian

2 komentar :

  1. Kalau menurut pengalaman budidaya / bertanam tembakau biasanya hanya melakukan pemupukan sekali saja, dan kalau bisa diperbanyak pupuk kandangnya biar hasilnya bagus dan tinggi harga jualnya gitu..

    BalasHapus
  2. Ditempat saya, daerah sleman banyak sekali bany menanam tembakau . .
    Ditempat saya iklimnya sejuk . .
    Walaupun Kota Yogya lumayan panas, tapi sangat berbeda dengan Sleman yang sejuk . .

    BalasHapus

Jika kamu suka dengan artikel blog ini silahkan berlangganan lewat Email secara gratis, silahkan masukkan email kamu dan klik LANGGANAN:

Delivered by FeedBurner