Saturday, April 27, 2013

Tehnik Konservasi Tanah dan Air

Tehnik Konservasi Tanah dan Air. Tanah dan air sangat penting bagi tanaman karena tanah sebagai tempat untuk tumbuh sedangkan air sebagai salah satu dan pembawa unsur hara agar dapat di serap oleh tubuh tanaman.adalah salah satu yang wajib ada bagi semua jenis tanaman.  Karena sangat penting maka air dan tanah harus berada dalam kondisi yang layak bagi pertumbuhan tanaman untuk memperoleh hasil yang maksimal.

Fungsi  tanah adalah sebagai berikut :
a.    Sumber unsur hara bagi tanaman
Di dalam tanah terdapat berbagai unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman selain itu juga unsur hara yang di tambahkan melalui proses pemupukan juga terdapat di dalam tanah.
b.    Matriks tempat perkembangan akar tumbuhan
Tanah merupakan tempat akar tanaman tumbuh kesamping dan kebawah jika akar keluar dari dalam tanah maka akar tersebut akan mati karena tidak mendapatkan air. Pertumbuhan akar di dalam tanah berguna sebagai penopang tubuh tanaman seperti batang dan tajuk.
c.     Tempat air tanah tersimpan               
Kemampuan tanah untuk menyimpan air tergantung dari jenis tanah. Tanah liat berpasir dan liat memiliki kemampuan menahan air tanah yang sedikit sedangkan tanah kompos memiliki kemampuan untuk menahan air dalam jumlah yang  paling banyak.
d.    Tempat untuk menampung penambahan unsur-unsur hara dan air
Tanah berguna sebagai tempat  penampungan semua unsur hara dan air yang di tambahakan melalui proses pemupukan dan penyiraman, sehingga dapat digunakan oleh tanaman.       
e.    Media tempat aktivitas mikroorganisme
Didalam tanah terdapat berbagai jenis mikroorganisme yang hidup baik yang berguna dan yang merugikan bagi tanaman. Mikroorganisme yang tumbuh biasanya tergantung dari kondisi dan jenis tanah.

Kalau dilihat dari kelima fungsi tersebut maka tanah harus kita jaga agar selalu berada dalam kondisi yang baik. Jika terdapat kerusakan tanah dan air maka tanah tidak berfungsi secara optimal sehingga akan menyebabkan pertumbuhan dan produksi tanaman tidak maksimal.

Penyebab berkurangnya fungsi – fungsi tanah :
1.       Pertumbuhan dan produksi tanaman
2.       Kultur tehnis
3.       Iklim
4.       Hewan

Tanaman dapat berproduksi maksimal melalui pemupukan jika sifat-sifat fisik tanah baik. Pemupukan tidak akan menguntungkan sebelum dilakukan usaha-usaha pencegahan erosi, perbaikan aerasi tanah dan air, pemeliharaan bahan organik tanah, pemulihan tanah-tanah rusak  atau perbaikan drainase tanah.

Kesuburan tanah hilangn karena berkurangnya unsur mineral atau bahan organik di dalam tanah, kehilangan unsur hara terjadi melalui kekurangan air di dalam tanah.

Ada 3 (tiga) tipe kehilangan air dari tanah :
a.       Gerakan air bebas ke bawah (perkolasi)
        Gerakan air bebas ke bawah (perkolasi) terjadi karena air hujan yang masuk kedalam tanah melebihi kapasitas tanah untuk menahan air.  Perkolasi biasanya mengakibatkan hilangnya garam/larutan Kalsium, Kalium, Magnesium dan Sulfur.
b.      Run off (Erosi)
        Run off yaitu air yang berkelebihan yang mengalir melalui permukaan tanah. Kehilangan karena run off mencakup tidak hanya air akan tetapi juga sejumlah tanah (erosi)
c.       Evaporasi
        Evaporasi  adalah kehilangan air karena  penguapan,. Evaporasi biasanya akan menyebakan unsur hara yang mudah larut dengan air seperti Nitrogen akan ikut menguap ke udara bersamaan dengan air.

Faktor-faktor yang mempercepat tejadinya erosi, yaitu:
  1. Pemindahan vegetasi penutup alam
Erosi akan cepat terjadi jika vegetasi penutup tanah semakin berkurang karena penghambat volume air yang jatuh ke tanah semakin berkurang. Di areal yang 100% terbuka akan memiliki laju erosi yang sangat tinggi.
  1. Jenis tanaman
Jika tanaman yang di tanam tidak dapat menutup permukaan tanah dengan baik maka laju erosi akan meningkat karena penahan laju erosi tersebut menjadi berkurang.
  1. Iklim
Curah hujan yang tinggi akan menyebabkan erosi menjadi besar karena tingkat laju aliran air pada permukaan tanah akan semakin meningkat. Erosi akan semakin meningkat jika curah hujan tinggi dan tanaman tidak dapat menutup tanah dengan sempurna.
  1. Tofografi
Makin besar derajat kemiringan akan mengakibatkan meningkatnya kecepatan aliran air dan juga air yang mengalir lebih banyak. Panjang lereng atau kemiringan sangat penting, karena makin besar lereng suatu daerah, makin besar air yang mengalir.

Klasifikasi Kemiringan Lahan
a) Tanah Rata (Flat-Undulating) : Sudut kemiringan = 00 – 50   
b) Tanah Agak Miring (Rolling)    : Sudut kemiringan = 60 – 120   
c) Tanah Miring (Hilly)                    : Sudut kemiringan = 130 – 200
d) Tanah Sangat Miring (Steep) : Sudut kemiringan = > 200

  1. Jenis Tanah
Tanah berpasir memiliki laju erosi yang lebih besar daripada tanah yang lain karena daya ikat tanahnya yang redah.

 Gambar Interaksi antara Beberapa Faktor yang Mengakibatkan Terjadinya Erosi


 

Defenisi Konservasi Tanah dan Air
Konservasi tanah berarti penggunaan setiap bidang tanah dengan cara benar yang sesuai dengan kemampuan tanah tersebut dan memperlakukannya dengan syarat-syarat yang diperlukan agar tidak terjadi kerusakan tanah (erosi, kerusakan struktur tanah  dan sebagainya).

Konservasi air  prinsipnya adalah penggunaan air yang jatuh ke tanah seefesien mungkin dan pengaturan aliran sehingga tidak terjadi banjir pada musim hujan serta terdapat  cukup air  pada musim kemarau


Tehnik Konservasi Tanah dan Air
Tehnik konservasi tanah dan air pada prinsipnya adalah bagaimana upaya untuk mengurangi laju aliran air baik yang ke dalam dan permukaan tanah serta ke udara.

Berikut beberapa tehnik konservasi tanah dan air :
a.  Pemeliharaan tanaman penutup tanah (LCC)
b. Aplikasi janjangan kosong
c. Penyusunan pelepah
d. Tapak kuda
e. Benteng dan rorak
f. Teras kontur
g. Pembuatan parit
h. Pintu air

No comments:

Post a Comment

Jika kamu suka dengan artikel blog ini silahkan berlangganan lewat Email secara gratis, silahkan masukkan email kamu dan klik LANGGANAN:

Delivered by FeedBurner