Jumat, 29 Maret 2013

Cara Budidaya Tanaman Mangga

,
Cara Budidaya Tanaman Mangga. Saat ini ada banyak tanaman mangga yang beredar di Indonesia mulai dari mangga manis, mangga golek, mangga batu, mangga udang dan mangga yang lainnya. Produksi mangga nasional untuk saat ini masih belum mampu memenuhi pasar dalam negeri hal ini terlihat dari harga mangga yang selalu tinggi. Produksi mangga nasional rendah disebabkan oleh penerapan teknologi budidaya yang belum optimal.

Klasifikasi Tanaman Mangga :
Kingdom: Plantae (Tumbuhan)
     Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
         Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji)
             Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
                 Kelas: Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
                     Sub Kelas: Rosidae
                         Ordo: Sapindales
                             Famili: Anacardiaceae
                                 Genus: Mangifera
                                     Spesies: Mangifera indica L.

Kerabat Dekat
Kemang, Embacang, Kuweni, Embacang, Mangga Kasturi, Gedebe

Syarat Tumbuh Tanaman Mangga :
- Ketinggian tempat 50-300 m dpl
- Jenis tanah berstruktur remah dan berbutir-butir
- Keasaman tanah 5,5 – 7,0.
- Curah hujan berkisar 750-2.500 mm per tahun

Jenis Tanaman Mangga :
Jenis varietas yang bernilai jual tinggi antara lain :
- Gadung 21
- Arumanis 143
- Manalagi 69
- Lalijiwo
- Chokanan
- Golek 31.

Persiapan Lahan Mangga :
- Bersihkan lahan dari sisa tumbuhan dan gulma.
- Buat lubang tanam 1-2 bulan sebelum tanam, dengan ukuran 1 m x 1m x 1 m dan jarak tanam 6 m x 8 m.
- Dua minggu sebelum pelaksanaan tanam, tanah galian dimasukkan kembali ke dalam lubang tanam dengan campur pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 1.

Penanaman Tanaman Mangga :
- Penanaman di lakukan pada awal musim hujan.
- Sebelum bibit ditanam kantong polibag harus dilepas.
- Bibit dimasukkan kedalam lobang tanam + 15-20 cm diatas leher akar dan tanah disekitar tanaman ditekan ke arah tanaman agar tidak roboh.
- Tanaman diberi naungan dengan posisi miring ke barat dan selanjutnya dikurangi sedikit demi sedikit.

Pemupukan Tanaman Mangga :
- Pupuk Kandang (PK) diberikan 1 kali pada awal musim hujan. Caranya dibenamkan disekitar pohon selebar tajuk tanaman atau menggali lubang pada sisi tanaman. Mangga umur 1 - 5 tahun diberi 30 kg PK, umur 6 - 15 tahun diberi 60 kg PK. Akan lebih optimal jika ditambahkan ~ ~ SUPERNASA atau jika pupuk kandang sulit dapat digunakan SUPERNASA dengan dosis :
- Pupuk NPK 2 kali setahun di awal (Nopember - Desember), akhir musim hujan (April - Mei) dosis sbb:

a. Umur 1 – 3 tahun
- ZA  20 – 30 Kg/Pohon
- TSP 0.5 – 1 Kg/Pohon
- KCl 0.25 - 0.5 Kg/Pohon

b. Umur 4 - 6 tahun
- ZA  30 – 40 Kg/Pohon
- TSP 1 – 2 Kg/Pohon
- KCl 0.5 – 1 Kg/Pohon

c. Umur 7 – 10 tahun
- ZA  50 – 60 Kg/Pohon
- TSP 2 – 3 Kg/Pohon
- KCl 1 – 1.5 Kg/Pohon

d. Umur > 10 tahun
- ZA  50 – 60 Kg/Pohon
- TSP 3 – 4 Kg/Pohon
- KCl 1.5 – 2 Kg/Pohon

Pemangkasan Tanaman Mangga :
Beberapa jenis pemangkasan mangga adalah sebagai berikut :
Tahap I : umur 1 tahun setelah tanam pada musim hujan dengan memotong batang setinggi 50 - 60 cm dari permukaan tanah dan pemotongan di atas bidang sambungan. Dari cabang yang tumbuh dipelihara 3 cabang yang arahnya menyebar.
Tahap II : pemangkasan dilakukan pada ketiga cabang yang tumbuh tersebut setelah berumur 2 tahun, caranya menyisakan 1 - 2 ruas/pupus. Tunas yang tumbuh pada masing-masing cabang dipelihara 3 tunas. Jika lebih dibuang. Tahapan pemangkasan tersebut akan diperoleh pohon dengan rumus cabang 1- 3 - 9.
Tahap III : umur 3 tahun, cara sama seperti tahap II, tetapi tunas yang tumbuh dipelihara semua untuk produksi.

Pembumbunan Tanaman Mangga
Dilakukan 2 kali dalam setahun pada awal dan akhir musim hujan, dengan membalik tanah (pembumbunan) di sekitar piringan tanaman agar patogen yang ada dalam tanah mati.

Pengendalian Gulma
Pengendalian gulma dilakukan minimal 3 kali setahun. Pengendalian gulma dapat di lakukan dengan cara manual atau kimia tergantung dari kebutuhan dan kondisi lahan pertanian.

Pengelolaan Bunga dan Buah
Pengelolaan bunga dan buah dilakukan 4 kali yaitu : pada saat bud break, bud elongation, mango size (kacang hijau) dan marble size (jagung). Pupuk yang digunakan : Monokalsium Phospat ( MKP ) diberikan sebelum muncul tunas baru atau bud break dan pada saat bud break atau bud elongation (dosis 2,5 gr/liter).

Untuk meningkatkan pembuahan, mengurangi kerontokan bunga dan buah gunakan POWER NUTRITION yang diformulasikan secara khusus untuk merangsang pertumbuhan bunga dan meningkatkan pembuahan. Cara aplikasinya adalah : Larutkan 3 sendok makan POWER NUTRITION ke dalam 10 liter air. Siramkan merata pada perakaran di sekitar batang pada pagi atau sore hari. Agar peresapan nutrisi menjadi optimal bisa ditambahkan AERO 810 dalam lautan POWER NUTRION tadi.

Hama dan Penyakit Tanaman Mangga :
a. Tip Borer, Clumetia transversa
Ulat ini menggerek pucuk yang masih muda (flush) dan malai bunga dengan mengebor/menggerek tunas atau malai menuju ke bawah. Tunas daun atau malai bunga menjadi layu, kering akibatnya rusak dan transportasi unsur hara terhenti kemudian mati. Pengendalian; cabang tunas terinfeksi dipotong lalu dibakar, pendangiran untuk mematikan pupa, penyemprotan dengan PESTONA.

b. Thrips ( Scirtothrips dorsalis )
Hama ini sering disebut thrips bergaris merah karena pada segment perut yang pertama terdapat suatu garis merah. Hama ini selain menyerang daun muda juga bunga dengan menusuk dan menghisap cairan dari epidermis daun dan buah. Tempat tusukan bisa menjadi sumber penyakit. Daun kelihatan seperti terbakar, warna coklat dan menggelinting. Apabila bunga diketok-ketok dengan tangan dan dibawahnya ditaruh alas dengan kertas putih akan terlihat banyak thrips yang jatuh. Pengendalian : tunas muda terserang dipotong lalu dibakar, tangkap dengan perangkap warna kuning, pemangkasan teratur, penyemprotan dengan BVR atau PESTONA.

c. Ulat Phylotroctis sp.
Warna sedikit coklat (beda dengan Clumetia sp. yang warnanya hijau) sering menggerek pangkal calon malai bunga. Telur Phyloctroctis sp. menetas dan dewasa menyerang tangkai buah muda (pentil). Buah muda gugur karena lapisan absisi pada tangkai buah bernanah kehitaman. Aktif pada malam hari. Pengendalian dengan PESTONA.

d. Seed Borer, Noorda albizonalis
Hama ini menggerek buah pada bagian ujung atau tengah dan umumnya meninggalkan bekas kotoran dan sering menyebabkan buah pecah. Ulat ini langsung menggerek biji buah akibatnya buah busuk dan jatuh. Berbeda dengan Black Borer yang menggerek buah pada bagian pangkal buah. Lubang gerekan dapat sebagai sumber penyakit. Pengendalian : pembungkusan buah, kumpulkan buah terserang lalu dibakar, semprot dengan PESTONA.

e. Wereng mangga ( Idiocerus sp.)
Serangan terjadi saat malai bunga stadia bud elongation. Nimfa dan wereng dewasa menyerang secara bersamaan dengan menghisap cairan pada bunga, sehingga kering, penyerbukan dan pembentukan buah terganggu kemudian mati. Serangan parah terjadi jika didukung cuaca panas yang lembab. Hama ini dapat mengundang tumbuh dan berkembangnya penyakit embun jelaga (sooty mold) dengan dikeluarkan embun madu dari wereng yang dapat menyebabkan phytotoxic pada tunas, daun dan bunga. Pengendalian : pengasapan, penyemprotan BVR/PESTONA sebelum bunga mekar/pada sore hari.

f. Lalat Buah ( Bractocera dorsalis )
Buah yang terserang mula-mula tampak titik hitam, di sekitar titik menjadi kuning, buah busuk serta terjadi perkembangan larva. Bersifat agravator yaitu memungkinkan serangan hama sekunder (Drosophilla sp.), jamur dan bakteri. Pengendalian : pembungkusan buah, pemasangan perangkap lalat buah.

g. Penyakit Antraknose (Colletotrichum sp.)
Terjadi bintik-bintik hitam pada flush, daun, malai dan buah. Serangan menghebat jika terlalu lembab, banyak awan, hujan waktu masa berbunga dan waktu malam hari timbul embun yang banyak. Apabila bunganya terserang maka seluruh panenan akan gagal karena bunga menjadi rontok. Pengendalian : pemangkasan, penanaman jangan terlalu rapat, bagian tanaman terserang dikumpulkan dan dibakar.

h. Penyakit Recife, Diplodia recifensis
Penyakit ini disebut juga Blendok, vektor penyakit ini adalah kumbang Xyleborus affinis. Kumbang ini membuat terowongan di batang/cabang kemudian dan cendawan Diplodia masuk ke dalam terowongan. Di luar tempat kumbang menggerek akan keluar blendok (getah). Penyakit mangga lainnya seperti embun jelaga (jamur Meliola mangiferae), kudis/scab (Elsinoe mangiferae), bercak karat merah (ganggang Cephaleuros sp.)

Catatan : Jika Pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida alami belum mengatasi, dapat digunakan pestisida kimia sesuai anjuran. Agar penyemprotan lebih merata dan tidak mudah hilang oleh air hujan tambahkan Perekat Perata AERO 810 dosis + 5 ml (0,5 tutup)per tangki. Penyemprotan herbisida (untuk gulma) agar lebih efektif dan efisien dapat di campur Perekat Perata AERO 810, dosis + 5 ml (1/2 tutup)/tangki

Panen Tanaman Mangga
Buah mangga sudah mulai panen pada umur + 97 hari setelah bunga mekar. Buah mangga yang sudah masak di tandai dengan perubahan warna kulit buah dari hijau menjadi kuning. Panen dilakukan pada jam 09.00 - 16.00 WIB dengan menyisakan tangkai buah sekitar 0,5 - 1 cm.

Demikian informasi tentang cara budidaya tanaman mangga semoga dapat membantu dan bermanfaat. Jangan lupa untuk membaca artikel cara budidaya tanaman lainnya yang terdapat dalam blog ini.
Jika Anda Suka Dengan Artikel di Atas Silahkan Dibagikan Melalui Widget Dibawah Ini

Artikel Terkait pertanian

0 komentar to “ Cara Budidaya Tanaman Mangga ”

Posting Komentar

Jika kamu suka dengan artikel blog ini silahkan berlangganan lewat Email secara gratis, silahkan masukkan email kamu dan klik LANGGANAN:

Delivered by FeedBurner