Rabu, 20 Februari 2013

Cara Budidaya Ayam Pedaging

,
Cara Budidaya Ayam Pedaging. Saat ini budidaya ayam pedaging sangat mengiurkan karena permintaan akan daging setiap tahunnya meningkat karena peningkatan ekonomi masyarakat Indonesia. Ayam Pedaging (Broiler) merupakan ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu).


Klasifikasi ayam pedaging
Filum : Chordata
Kelas : Aves
Ordo : Galliformes
Famili : Phasianidae
Genus : Gallus
Spesies : G. gallus
Subspesies : G. g. domesticus
Nama trinomial : Gallus gallus domesticus

Jenis Kandang Ayam Pedaging
Tipe kandang ayam Broiler ada dua :
a. Tipe Panggung
b. Tipe Tanpa panggung (litter).
Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.

Syarat kandang ayam pedaging adalah :
1. Terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk
2. Mudah dicapai sarana transportasi
3. Terdapat sumber air
4. Arahnya membujur dari timur ke barat.
5. Ventilasi kandang harus baik.
6. Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.
7. Suhu udara dalam kandang. Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :
    a. Umur (hari) 01 - 07    dengan suhu ( 0C ) 34 - 32
    b. Umur (hari) 08 - 14    dengan suhu ( 0C ) 29 - 27
    c. Umur (hari) 15 - 21    dengan suhu ( 0C ) 26 - 25
    d. Umur (hari) 21 - 28    dengan suhu ( 0C ) 24 - 23
    e. Umur (hari) 29 - 35    dengan suhu ( 0C ) 23 - 21

Syarat Bibit Ayam Pedaging
Bibit yang baik untuk ayam pedaging adalah :
1. Sehat dan aktif bergerak
2. Tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat)
3. Bulu bersih dan kelihatan mengkilat
4. Hidung bersih
5. Mata tajam dan bersih
6. Serta lubang kotoran (anus) bersih

Pakan ayam pedaging :
Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. tJenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap.
a. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari)
Makanan pada tahap ini harus mengandung kadar protein minimal 23%.
b. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari)
Makan pada tahap ini berkadar protein 20 %.

Cara menghitungnya jumlah pakan selama pemeliharaan hingga ayam dipanen adalah :
Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :
Berat total ayam hasil panen =1000 x 2 = 2000 kg
FCR = 3125 : 2000 = 1,6
Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi).

Pemeliharaan Ayam Pedaging
Minggu Pertama (hari ke-1-7).
a. Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat.
b. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam.
c. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi.
d. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).
e. Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen air minum sudah berupa air dingin.
f. Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.
Minggu Kedua (hari ke 8 -14).
a. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya.
b. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.
Minggu Ketiga (hari ke 15-21).
a. Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik.
b. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor.
c. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum.
d. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam dibiarkan hingga benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya.
Minggu Keempat (hari ke 22-28).
a. Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat.
b. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal mempunyai berat badan minimal 1,25 kg.
c. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam.
d. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.
Minggu Kelima (hari ke 29-35).
a. Pembersihan kotoran di bawah kandang
b. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam.
c. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam.
d. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.
Minggu Keenam (hari ke-36-42).
Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.

Vaksinasi Ayam Pedaging
Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.

Penyakit Ayam Pedaging
Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :
a. Tetelo (Newcastle Disease/ND).
Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 - 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati.

Pencegahan peyakit adalah dengan memisahkan ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan.Ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.
b. Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD).
Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar.

Karena belum ada obat yang dapat menyembuhkan pencegahan yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.

c. Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease).
Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum. Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat.

Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.

d. Berak Kapur (Pullorum).
Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum. Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran.

Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.

Demikian informasi tentang cara budidaya ayam pedaging semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi anda.
Jika Anda Suka Dengan Artikel di Atas Silahkan Dibagikan Melalui Widget Dibawah Ini

Artikel Terkait pendidikan , pertanian

0 komentar to “ Cara Budidaya Ayam Pedaging ”

Poskan Komentar

Jika kamu suka dengan artikel blog ini silahkan berlangganan lewat Email secara gratis, silahkan masukkan email kamu dan klik LANGGANAN:

Delivered by FeedBurner