Kamis, 28 Februari 2013

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam dan Terpal

,
Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam dan Terpal. Prospek bisnis ikan lele saat ini sangat menjanjikan seiring dengan pangsa pasar ikan ini yang semakin meluas di Indonesia. Permintaan akan ikan lele setiap tahunnya selalu meningkat apalagi saat ini banyak makanan yang menjual produk dari ikan lele terutama pecal lele yang saat ini terdapat di setiap pelosok di Indonesia. Dalam artikel kali ini akan di bahas mengenai cara budidaya ikan lele tersebut secara lengkap buat anda.

Klasifikasi ikan lele :
Kingdom : Animalia.
Filum: Chordata.
Kelas: tinopterygii.
Ordo: Siluriformes.
Famili: Clariidae.
Genus: Clarias

Beberapa spesies ikan lele di dunia adalah :
  • Clarias batrachus (Linnaeus, 1758). Disebut juga Lele kampung, Kalang, Ikan Maut, Ikan Pintet. Menyebar di Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk di Sumatera, Jawa dan Kalimantan.
  • Clarias gariepinus (Burchell, 1822). Disebut sebagai Lele Dumbo (King Catfish). Menyebar luas di Afrika dan Asia Kecil, kini diternakkan di Asia Tenggara, termasuk di Indonesia.
  • Clarias insolitus (Ng, 2003). Endemik di aliran Sungai Barito, Kalimantan.
  • Clarias intermedius (Teugels, Sudarto & Pouyaud, 2001). Endemik di Kalimantan Tengah, di antara Sampit dengan Sungai Barito.
  • Clarias kapuasensis (Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2003). Endemik di Kalimantan Barat, di sekitar aliran Sungai Melawi dan Kapuas.
  • Clarias leiacanthus (Bleeker, 1851). Endemik di Kalimantan Barat, di aliran Sungai Kapuas.
  • Clarias meladerma (Bleeker, 1846). Disebut juga dengan Wiru, Wais, Ikan Duri, atau Lele Hitam. Terdapat di lembah Sungai Mekong, Sumatra, Jawa, Kalimantan dan Filipina.
  • Clarias microstomus (Ng, 2001). Endemik di Kalimantan Timur, di sekitar aliran Sungai Mahakam dan Kayan.
  • Clarias nieuhofii (Valenciennes, 1840). Disebut juga dengan Limbat, Lembat. Terdapat di Sumatra, Kalimantan, India, Filipina, Thailand, dan pesisir Kamboja, serta kemungkinan di sisi Pegunungan Cardamom di arah Sungai Mekong.
  • Clarias nigricans (Ng, 2003). Endemik di Kalimantan Timur, di sekitar aliran Sungai Mahakam.
  • Clarias olivaceus (Fowler, 1904). Endemik di Sumatera Barat, di sungai-sungai dataran tinggi.
  • Clarias planiceps (Ng, 1999). Disebut juga sebagai Lele Kepala-pipih. Endemik Kalimantan. Habitatnya meliputi hulu Sungai Rajang dan Kapuas, Kalimantan Barat, serta Sungai Kayan, Kaltim.
  • Clarias pseudoleiacanthus (Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2003). Endemik Kalimantan.
  • Clarias pseudonieuhofii (Sudarto, Teugels & Pouyaud, 2004). Endemik Kalimantan Barat, pada sistem Sungai Kapuas bagian hulu.
  • Clarias teijsmanni (Bleeker, 1857). Dinamakan juga sebagai Lele Kembang. Menyebar di sekitar aliran Sungai Kapuas, Kalimantan Barat, dan Jawa.
Nama daerah iakan lele adalah : Ikan Kalang (Sumatra Barat), Ikan Maut (Gayo dan Aceh), Ikan Kalang Putih (Padang), Ikan Duri (Sumatera Selatan), Ikan Sibakut (Karo), Ikan Pintet, ikan Kaleh (Kalimantan Selatan), Ikan Penang (Kalimantan Timur), Ikan Keling (Makassar), Ikan Cepi (Sulawesi Selatan), Ikan Lele, Wais, dan Lindi (Jawa Tengah), Ikan Wiru (Jawa Barat)

Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam dan Terpal adalah sebagai  berikut :

Pembuatan Kolam Terpal
1. Siapkan terpal sesuai dengan ukuran kolam
2. Ukuran kolam 2 x 1x 0.6 meter untuk 100 ekor ikan
3. Untuk kolam pemmbuatan kolam di dalam tanah maka tanah di gali sedangkan sedalam 0,6 m
4. Untuk kolam di atas tanah diberi papan samping untuk penahan terpal setinggi 0,6m
5. Pasang terpal di dalam tanah atau di papan
6. Pada terpal berikan sebuah pipa  berdiameter 1 inchi untuk saluran pembuangan air

Pemeliharaan Ikan Lele

1. Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari. Lebih bagus dilakukan pemberian makanan lebih dari dua kali sehari, tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit. Bila lingkungan tersedia pakan alami seperti bekicot, kerang, keoang emas, rayap dan lain-lain, dapat dilakukan untuk menambah makanan alami untuk lele. Makanan alami ini selain menghemat pengeluaran juga bisa memberi kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele akan lebih cepat.
2. Penggantian air kolam terpal juga perlu dilakukan 10-30 persen setiap minggu. Meski ikan lele dianggap tahan terhadap kondisi air, tetapi bila air kolam terpal tidak diganti akan membuat kondisi air menjadi bau. Dengan kondisi air yang berbau akan membuat ikan lele mudah diserang penyakit.
3. Khusus untuk ikan lele pada usia 1 bulan, perlu dilakukan seleksi dan pemisahan yang memiliki ukuran yang berbeda. Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau.
4. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air dengan kondisi yang kotor. Pada usia satu bulan atau lebih, maka jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.

Panen ikan lele dapat dilakukan pada umur 90-100 hari setelah ikan di tabur di kolam.

Perbedaan budidaya ikan lele di kolam terpal dengan kolam biasa terletak pada jenis kolamnya saja sedangkan yang lainnya sama. Demikian artikel cara budidaya ikan lele semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi kita semua.
Jika Anda Suka Dengan Artikel di Atas Silahkan Dibagikan Melalui Widget Dibawah Ini

Artikel Terkait pertanian

0 komentar to “ Cara Budidaya Ikan Lele di Kolam dan Terpal ”

Poskan Komentar

Jika kamu suka dengan artikel blog ini silahkan berlangganan lewat Email secara gratis, silahkan masukkan email kamu dan klik LANGGANAN:

Delivered by FeedBurner